Perancis Bagus di Depan Rapuh di Belakang

Perancis Bagus di Depan Rapuh di Belakang

Prancis menjadi pemenang Piala Dunia 1998 karena memiliki pertahanan yang kokoh namun selama 20 tahun setelahnya timnas Prancis melakukan hal yang sebaliknya, dengan pemain penyerang yang kreatif siap untuk membuat perbedaan pada edisi 2018.

Seperti itulah kekuatan Les Bleus di lini depan susunan manajer Didier Deschamps bahkan termasuk striker Real Madrid Karim Benzema, yang belum dipilih sejak terlibat dalam skandal video pada tahun 2015.

Perancis tidak hanya memanggil penyerang berbakat Paris St Germain Kylian Mbappe tetapi pemain Atletico Madrid Antoine Griezmann dan Olympique de Marseille Dimitri Payet, duo yang bersinar selama Euro 2016 di kandang sendiri sebelum tuan rumah kalah di babak final. Payet memiliki performa biasa tetapi penampilan mengesankan baru-baru ini membuatnya mendapatkan tempat di skuad 23-orang.

Sebaliknya, empat pemain belakang telah menjadi masalah berulang untuk Deschamps.

Samuel Umtiti maupun Raphael Varane telah membuktikan kualitas mereka musim ini dalam skuad Prancis, mereka menjadi bek tengah dalam 2 kali pertandingan, namun telah kebobolan enam gol. Masalah belum selesai, bek tengah Laurent Koscielny keluar dari turnamen karena cedera.

Paul Pogba juga masih tanda tanya soal performanya, selama ini di Manchester, manajer Jose Mourinho hanya memainkannya secara tidak rutin.

Namun Prancis memiliki senjata yang harus diwaspadai setidaknya dari Grup C, di mana mereka menghadapi Australia, Denmark dan Peru yang memiliki kesempatan maju sampai perempat final dengan kemungkinan melawan Spanyol atau juara Eropa Portugal babak selanjutnya.

Untuk sementara Pogba masih berjuang, gelandang bertahan Blaise Matuidi telah satu musim menjadi pilar untuk Juventus, sementara Corentin Tolisso performanya meningkat secara dramatis di Bayern Munich. Memang, Tolisso bisa berpasangan dengan motor Juve Pogba, atau bahkan Ngolo Kante.

Di depan, Griezmann pastinya menjadi starter setelah produktifitasnya di klub, kecepatan dan gocekannya yang rumit mampu mengganggu pertahanan, sementara Olivier Giroud sebagai No. 9 juga memberi Prancis kekuatan di udara. Striker Chelsea telah mencetak gol dengan lebih banyak dengan sundulan daripada siapa pun di lima liga top Eropa selama tiga musim terakhir.

Posisi serang terakhir diisi oleh pemain berbakat PSG, Mbappe, yang yang performanya meningkat karena ia berusaha menjadi pemain termahal kedua dunia sejak pindah dari Monako.